Ayojenius.com
Beranda Kesehatan Bedah Ortopedi: Definisi, Kondisi yang Ditangani, dan Prosedurnya

Bedah Ortopedi: Definisi, Kondisi yang Ditangani, dan Prosedurnya

Orthopaedic surgery atau bedah ortopedi merujuk pada spesialisasi medis yang berfokus untuk mengobati, mendiagnosis, atau mencegah kondisi atau cedera yang memengaruhi sistem muskuloskeletal. Sistem ini terdiri dari tulang, otot, sendi, tendon dan ligamen, tulang rawan, dan jaringan lunak, serta bertugas untuk membantu tubuh bergerak, menahan berat badan, dan mempertahankan postur tubuh.

Kondisi yang Dapat Ditangani dengan Bedah Ortopedi

Mengutip dari Cleveland Clinic, berikut adalah macam-macam kondisi yang dapat ditangani oleh dokter ortopedi Bintaro maupun dokter spesialis ortopedi di seluruh Indonesia:

  • Nyeri (sendi, otot, tulang),
  • Robekan otot, tulang rawan, atau ligamen,
  • Patah tulang dan fraktur,
  • Artritis,
  • Radang kandung lendir,
  • Tumor,
  • Malformasi kongenital (bawaan sejak lahir).

Prosedur Bedah Ortopedi

Secara garis besar, prosedur bedah ortopedi dapat dibagi menjadi 3 tahapan, yakni: sebelum operasi, saat operasi, dan setelah operasi.

  • Sebelum operasi

Pada pertemuan-pertemuan awal, dokter spesialis ortopedi akan memeriksa riwayat medis pasien, memeriksa bagian tubuh yang akan dioperasi, serta meninjau tes pencitraan (seperti X-ray) untuk memahami lebih lanjut tentang kondisi pasien. Setelah itu, dokter ortopedi akan menjadwalkan operasi pasien, sembari menjelaskan risiko, potensi komplikasi, dan waktu pemulihan yang mungkin dibutuhkan.

  • Saat operasi

Pada hari operasi, tim medis (perawat dan lainnya) akan membantu pasien mempersiapkan diri untuk melakukan operasi. Ini termasuk mengambil tanda-tanda vital, memberikan cairan infus atau obat sesuai kebutuhan, serta mengantarkan pasien ke ruang operasi.

Biasanya, dokter ortopedi akan memulai prosedur operasi bedah ortopedi dengan membuat sayatan kecil pada kulit pasien. Selanjutnya, teknik atau metode operasi akan bergantung pada alasan operasi—apakah untuk memperbaiki tulang yang patah atau retak, mengangkat ligamen yang rusak dan menggantinya dengan jaringan yang sehat dari bagian tubuh lain, memasang penutup logam atau plastik pada tulang di sendi, atau alasan lainnya.

Durasi bedah ortopedi akan bergantung pada alasan pembedahan serta teknik dan alat bantu yang digunakan.

  • Setelah operasi

Setelah tindakan medis selesai dilakukan oleh dokter bedah ortopedi dan timnya, pasien akan dibawa kembali oleh petugas medis ke kamar rawat inap. Biasanya, pasien akan diminta untuk menginap selama beberapa hari sebelum diperbolehkan pulang dan melakukan rawat jalan.

Mengingat bedah operasi berhubungan langsung dengan sistem muskuloskeletal, pasien pastinya akan membutuhkan terapi untuk mengembalikan fungsi gerak tubuh yang sempat tidak dapat digunakan karena operasi. Maka dari itu, dokter ortopedi Bintaro akan merekomendasikan pasien untuk menjalankan fisioterapi selama beberapa kali hingga fungsi tubuhnya kembali normal.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan