Ayojenius.com
Beranda Info Menarik Troubleshooting PLTS: Deteksi dan Solusi Masalah Umum (Performa Turun, Inverter Error)

Troubleshooting PLTS: Deteksi dan Solusi Masalah Umum (Performa Turun, Inverter Error)

Memasang sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di atap rumah atau bisnis adalah sebuah pencapaian. Anda antusias memantau aplikasi monitoring, melihat angka produksi listrik, dan menghitung penghematan tagihan. Namun, suatu hari Anda menyadari ada yang aneh. Angka produksi listrik tiba-tiba anjlok, padahal cuaca sedang cerah.

Atau, mungkin lampu indikator di inverter Anda menyala merah disertai kode error yang asing. Jangan panik. Ini adalah bagian normal dari kepemilikan sistem energi terbarukan. Sebuah sistem solar panel adalah investasi jangka panjang yang canggih, dan seperti teknologi lainnya, ia memerlukan pemahaman dasar untuk troubleshooting.

Memahami cara mendeteksi masalah umum adalah kunci untuk menjaga sistem Anda tetap berjalan optimal. Banyak masalah umum sebenarnya bisa diidentifikasi—bahkan diselesaikan—tanpa harus langsung memanggil teknisi. Artikel ini akan menjadi panduan Anda untuk mendiagnosis dua masalah paling umum yang dihadapi pemilik PLTS: penurunan performa yang tidak wajar dan kode error pada inverter.

Mengapa Masalah Ini Terjadi? Memahami Kesehatan Sistem PLTS

Sebelum kita menyelam ke solusi, penting untuk memahami bahwa sistem PLTS Anda terdiri dari dua komponen utama yang saling bergantung: panel surya (kolektor energi) dan inverter (otak sistem).

Inverter adalah jantung dari sistem PLTS Anda. Ia mengambil listrik DC (arus searah) yang dihasilkan oleh solar panel Anda dan mengubahnya menjadi listrik AC (arus bolak-balik) yang dapat digunakan oleh peralatan elektronik di rumah Anda.

Jika terjadi masalah, sumbernya hampir selalu dapat dilacak ke salah satu dari dua area ini:

  1. Masalah Sisi Panel (DC): Sesuatu menghalangi panel surya menghasilkan listrik secara maksimal. Ini biasanya menyebabkan penurunan performa.
  2. Masalah Sisi Inverter/Jaringan (AC): Sesuatu terjadi pada inverter itu sendiri atau pada koneksinya ke jaringan listrik (PLN). Ini biasanya menyebabkan sistem mati (shutdown) atau kode error.

Masalah 1: Performa Turun Drastis (Padahal Cuaca Cerah)

Ini adalah keluhan paling umum. Anda membandingkan produksi hari ini dengan hari kemarin (yang sama-sama cerah), tetapi angkanya turun 20%, 30%, atau bahkan 50%. Apa yang harus dicek?

Deteksi 1: Musuh No. 1 – Kotoran, Debu, dan “Soiling”

Ini adalah penyebab paling umum dan paling sering diabaikan. Panel surya bekerja dengan menyerap sinar matahari. Jika permukaannya tertutup lapisan debu tebal, kotoran burung yang mengering, getah pohon, atau lumut, kemampuannya menyerap cahaya akan berkurang drastis.

Fenomena ini disebut “soiling”. Seberapa besar efeknya? Menurut studi dari National Renewable Energy Laboratory (NREL), kehilangan energi akibat soiling bisa bervariasi. Di beberapa lokasi dengan curah hujan tinggi, mungkin kerugiannya minimal (kurang dari 5%). Namun, di area perkotaan yang berpolusi tinggi atau area dekat konstruksi dan lahan kering, kehilangan efisiensi akibat debu saja bisa mencapai 25% atau lebih.

  • Solusi: Lakukan inspeksi visual pada panel Anda (bisa dari bawah menggunakan teropong, utamakan keselamatan). Jika terlihat kotor, jadwalkan pembersihan. Pembersihan panel surya idealnya dilakukan 1-2 kali setahun, tergantung tingkat polusi di lokasi Anda. Jika panel mudah dijangkau (misal di carport), Anda mungkin bisa membersihkannya sendiri dengan air bersih dan sikat berbulu halus. Namun, untuk panel di atap tinggi, sangat disarankan menggunakan jasa profesional untuk menghindari risiko jatuh atau merusak panel.

Deteksi 2: Tumbuhnya Bayangan (Shading)

Saat sistem PLTS Anda pertama kali dipasang, installer seharusnya sudah merancang penempatan panel untuk bebas dari bayangan. Namun, seiring waktu, lingkungan berubah.

  • Pohon di halaman Anda atau tetangga tumbuh semakin tinggi dan mulai menaungi panel di jam-jam puncak (jam 10 pagi – 2 siang).
  • Tetangga Anda membangun lantai tambahan.
  • Antena parabola baru dipasang di dekat panel.

Masalah shading pada solar panel sangat serius. Karena panel biasanya terhubung dalam satu rangkaian seri (disebut “string”), bayangan kecil yang menutupi satu panel saja dapat secara signifikan mengurangi output seluruh rangkaian tersebut.

  • Solusi: Observasi atap Anda pada jam-jam berbeda dalam satu hari cerah. Identifikasi apakah ada bayangan baru yang muncul. Jika sumbernya adalah pohon, lakukan pemangkasan (pruning). Jika sumbernya adalah objek permanen, Anda mungkin perlu berkonsultasi dengan installer untuk mengevaluasi opsi seperti memindahkan panel atau memasang optimizer pada panel yang terdampak bayangan.

Deteksi 3: Kerusakan Fisik (Retak atau Hotspot)

Meskipun jarang terjadi, kerusakan fisik bisa menjadi penyebab. Badai, lemparan batu, atau proses instalasi yang tidak hati-hati dapat menyebabkan keretakan mikro (micro-cracks) pada sel surya.

Kerusakan ini seringkali tidak terlihat kasat mata, namun akan muncul sebagai “hotspot” (titik panas) pada panel. Hotspot terjadi ketika satu sel di panel rusak dan bertindak sebagai resistansi, membuat arus listrik terhambat dan berubah menjadi panas. Ini tidak hanya menurunkan performa tetapi juga bisa berbahaya dan merusak panel secara permanen.

  • Solusi: Ini adalah masalah yang harus ditangani profesional. Teknisi PLTS menggunakan kamera termal (thermal imaging camera) untuk memindai panel surya Anda saat beroperasi. Area yang rusak akan terlihat jauh lebih panas daripada area sekitarnya. Jika panel terbukti rusak dan masih dalam masa garansi, Anda dapat mengajukan klaim penggantian.

Masalah 2: Inverter Menampilkan Kode Error (Lampu Merah)

Jika inverter Anda berhenti bekerja dan menampilkan kode error atau lampu peringatan, ini adalah tanda adanya masalah yang lebih spesifik, baik dari sisi internal inverter maupun dari jaringan listrik eksternal.

Deteksi 1: “Grid Fault” atau Masalah Jaringan

Inverter Anda sangat “sadar” akan kualitas listrik dari jaringan PLN. Ia memiliki sensor untuk memantau tegangan (voltase) dan frekuensi.

Jika tegangan atau frekuensi dari PLN tiba-tiba berada di luar batas normal (terlalu tinggi atau terlalu rendah), inverter akan otomatis mati untuk melindungi dirinya sendiri dan sistem kelistrikan rumah Anda. Ini disebut Grid Fault atau Grid Error.

  • Solusi: Seringkali ini hanya masalah sementara (misalnya, ada gangguan gardu PLN di lingkungan Anda). Tunggu 15-30 menit. Jika listrik PLN kembali stabil, inverter akan otomatis menyala kembali. Jika error ini terjadi berulang kali setiap hari, hubungi installer Anda. Mungkin ada masalah pada jaringan lokal atau pengaturan inverter perlu disesuaikan (oleh teknisi) agar sesuai dengan kondisi jaringan di area Anda.

Deteksi 2: “Isolation Fault” atau “Ground Fault”

Ini adalah error yang lebih serius dan terkait dengan keamanan. Isolation Fault (atau Ground Fault) berarti ada kebocoran arus listrik dari sisi DC (dari solar panel Anda) ke ground (bumi).

Penyebab paling umum adalah:

  • Kabel DC yang isolasinya terkelupas (digigit tikus, tergesek atap, atau getas karena cuaca) dan menyentuh rangka metal.
  • Konektor panel yang tidak terpasang kencang sehingga kemasukan air.
  • Air masuk ke dalam junction box di belakang panel surya.
  • Solusi: Jangan abaikan error ini. Ini adalah potensi bahaya sengatan listrik atau kebakaran. Segera matikan sistem PLTS Anda sesuai prosedur (biasanya matikan MCB AC dulu, lalu matikan saklar DC Isolator di dekat inverter). Segera hubungi teknisi profesional Anda. Mereka perlu menginspeksi seluruh jalur kabel dan koneksi panel satu per satu untuk menemukan titik kebocoran.

Deteksi 3: Overheating (Terlalu Panas)

Inverter adalah alat elektronik yang bekerja keras dan menghasilkan panas. Semua inverter memiliki kipas atau sirip pendingin (heatsink) untuk membuang panas tersebut. Jika inverter terlalu panas, sensor internalnya akan mematikan sistem untuk mencegah kerusakan.

  • Solusi: Periksa lokasi inverter Anda.
    • Apakah ventilasi atau kipasnya tertutup debu tebal, sarang laba-laba, atau barang-barang yang diletakkan di depannya?
    • Apakah inverter dipasang di ruang yang sangat sempit dan pengap tanpa sirkulasi udara (misalnya, di dalam lemari tertutup)?
    • Bersihkan debu dari sirip pendingin atau filter kipas (pastikan sistem mati saat membersihkan). Pastikan ada ruang kosong yang cukup di sekitar inverter untuk sirkulasi udara.

Detak Jantung Sistem: Prosedur “Reboot” Inverter

Terkadang, inverter hanya mengalami “hang” atau glitch perangkat lunak, mirip seperti komputer atau smartphone Anda. Sebelum memanggil teknisi, Anda bisa mencoba melakukan reboot sistem.

Prosedur Reboot yang Aman (Umum):

  1. Matikan Sisi AC: Cari MCB (pemutus sirkuit) di panel listrik rumah Anda yang berlabel “Solar” atau “Inverter”. Matikan (turunkan) MCB tersebut.
  2. Matikan Sisi DC: Di dekat inverter, biasanya ada saklar putar (DC Isolator). Putar saklar ini ke posisi “OFF”.
  3. Tunggu: Biarkan inverter mati total (layarnya akan padam). Tunggu setidaknya 5-10 menit.
  4. Nyalakan Kembali: Lakukan urutan sebaliknya. Nyalakan saklar DC ke “ON” terlebih dahulu. Tunggu inverter menyala (biasanya butuh beberapa menit untuk booting).
  5. Nyalakan Sisi AC: Nyalakan (naikkan) kembali MCB AC.

Jika setelah reboot inverter kembali normal, masalahnya kemungkinan besar hanya glitch sesaat. Jika error yang sama muncul kembali, catat kode errornya dan lanjutkan ke langkah berikutnya.

Kapan Harus Berhenti dan Memanggil Profesional?

Meskfipun banyak masalah bisa dideteksi, jangan pernah mengambil risiko. Anda harus segera berhenti troubleshooting mandiri dan memanggil profesional jika:

  • Anda melihat kode “Isolation Fault” atau “Ground Fault”.
  • Anda mencium bau hangus atau melihat bekas terbakar di dekat inverter atau panel.
  • Anda melihat kaca solar panel yang pecah atau kabel yang terkelupas.
  • Setelah reboot, inverter masih menampilkan kode error yang sama.
  • Anda sama sekali tidak nyaman bekerja dengan perangkat listrik atau tidak yakin dengan langkah-langkah di atas.

Sistem solar panel Anda adalah aset berharga. Melakukan deteksi dini dan perawatan rutin adalah cara terbaik untuk memastikan investasi Anda bertahan lama dan terus memberikan penghematan maksimal. Jika Anda menghadapi masalah pada sistem PLTS Anda, baik itu penurunan performa, kode error yang membingungkan, atau membutuhkan inspeksi profesional, tim ahli di SUNENERGY siap membantu Anda.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan