Ini Perbedaan Polimenorea dan Oligomenorea, Catat!
Sering dikira sama, masih banyak wanita yang belum paham perbedaan polimenorea dan oligomenorea. Padahal, salah memahami gangguan haid ini akan membantu Anda mendeteksi gangguan kesehatan lebih dini.
Dengan mengenali kondisi tubuh, Anda bisa mencari cara untuk mengatasinya dengan tepat. Karena gangguan haid ini bisa berpengaruh besar terhadap kesuburan.
Apa saja perbedaannya dan seperti apa dampak yang harus Anda hadapi? Artikel ini akan membahas perbedaannya secara lengkap!
4 Perbedaan Polimenorea dan Oligomenorea
Jika biasanya Anda hanya sering mengenal istilah amenorea atau dismenore, kini ada istilah yang tidak kalah penting yaitu polimenorea dan oligomenorea. Keduanya memiliki perbedaan berikut:
1. Siklus Haid
Melansir KlikDokter, polimenorea adalah siklus haid yang lebih pendek yaitu terjadi kurang dari 21 hari.
Selama haid, volume darah normal atau banyak, sehingga perlu menggunakan pembalut dengan penyerapan tinggi seperti Laurier.
Sebaliknya, oligomenorea memiliki siklus haid lebih dari 35 hari yang artinya haid menjadi sangat lama. Dalam gangguan haid ini, volume darah yang keluar cenderung sedikit dari normal.
2. Penyebab Utama
Polimenorea terjadi karena masalah hormonal atau terjadinya gangguan pada proses ovulasi yang disebut fase luteal pendek. Beberapa orang juga mengalami polimenorea karena endometriosis.
Oligomenorea yang merupakan siklus haid panjang umumnya terjadi karena pemakaian alat kontrasepsi seperti pil KB atau KB suntik.
Gangguan ini juga bisa terjadi karena Anda melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat.
3. Akibat/ Efek
Dari segi dampak buruknya, polimenorea bisa menimbulkan anemia karena saat haid tubuh kekurangan cukup banyak darah.
Itu sebabnya, saat haid Anda perlu mengonsumsi lebih banyak makanan dengan kandungan zat besi tinggi.
Sedangkan dampak buruk dari oligomenorea yang sering dikhawatirkan adalah gangguan kesuburan.
Ya, karena Anda mengalami siklus haid panjang maka sulit subur dan kecil kemungkinan untuk bisa hamil.
4. Kelompok Usia Rentan
Perbedaan selanjutnya bisa Anda perhatikan pada kelompok usia rentan yang bisa mengalami polimenorea.
Gangguan polimenorea berisiko pada seluruh wanita di segala usia baik remaja hingga pre menopause.
Sementara oligomenorea, risiko lebih tinggi terjadi pada remaja, wanita usia produktif, dan pre menopause.
Namun, akan lebih tinggi lagi jika wanita memiliki masalah dengan kelebihan berat badan.
Setelah mengetahui perbedaan polimenorea dan oligomenorea ini, Anda bisa mulai memperhatikan siklus haid selama ini.
Jika Anda termasuk mengalami oligomenorea dan ingin segera hamil, sebaiknya konsultasi kepada dokter untuk solusinya.
Tapi, jika Anda mengalami polimenorea cukup rutin makan makanan bergizi agar tidak anemia. Jangan lupa juga untuk selalu siap sedia pembalut Laurier saat haid sedang deras.
Ingin tahu lebih banyak soal kesehatan wanita? Atau ingin tahu apakah Anda termasuk mengalami polimenorea dan oligomenorea? Anda bisa menanyakannya melalui laman ask dr. Laurier untuk menggali informasi lebih lengkap.



